Wednesday, March 2, 2016

Cara Membuat Passport Online Dewasa dan Anak Februari 2016

Membuat Passport Online sudah semakin mudah kok. Sewaktu pertama kali mau bikin secara online, pastinya browsing sana sini dulu cari yang paling update supaya ngga pake bingung dan ngga pake salah.

Perlu diingat sebelum mendaftar online:
  • Jika passport Anda hilang atau rusak tapi masih berlaku maka tidak bisa melakukan permohonan secara online, Anda harus datang langsung ke kantor Imigrasi.
  • Jika Anda memerlukan passport secepatnya, sebaiknya datang ke biro jasa, karena rentang waktu dari daftar online hingga jadwal wawancara kurang lebih sekitar 2 sampai 3 minggu setelah mendaftar online. Pernah iseng iseng tanya ke biro jasa untuk yang 10 hari kerja jadi harganya 750 ribu, sedangkan yang 1 hari jadi harganya 1,5 juta.
  • Persiapkan alamat email yang aktif sesuai jumlah aplikasi, 1 email untuk 1 aplikasi, No KTP, No Passpor lama (untuk permohonan penggantian atau perpanjang),No telepon/HP, Kartu Keluarga. Tidak perlu scan dokumen yaaa..
  • Tentukan kantor imigrasi mana yang kira kira akan Anda datangi. Silakan browsing dulu kanim mana yang terdekat. 

Oke, yuk kita let's goooo!

  
STEP 1
Pertama tama, masuk ke https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml 
Tampilannya akan seperti ini:


Lalu klik Pra Permohonan Personal. Tampilannya akan seperti ini:

  • Masukkan jenis permohonan yang sesuai. Jika Anda memilih "Penggantian - Habis Berlaku" pastikan juga passport lama Anda masih ada dan tidak rusak. Jika hilang tapi masih berlaku atau rusak tapi masih berlaku maka tidak bisa melakukan permohonan secara online.


  • Masukkan no passport lama Anda jika sebelumnya sudah punya passport.
  • Pilih jenis passport: 48H Perorangan
  • No. Rekomendasi Kemenaker: kosongkan, hanya untuk TKI.
  • Kantor Imigrasi: Tentukan kantor imigrasi yang akan Anda datangi.
  • Klik lanjut.
 STEP 2


  • Pastikan nama yang Anda tulis benar. Jangan sampai beda 1 huruf pun.
  • Jika pekerjaan Anda tidak ada dalam daftar, pilih "lainnya".
  • Pastikan alamat email Anda benar dan aktif karena nanti akan dikirimkan permohonannya melalui email.
 Khusus untuk anak-anak:

  • Pilih pekerjaan "lainnya".
  • Masukkan email aktif yang belum pernah didaftarkan. Waktu itu saya sengaja bikin email baru, karena kalau kita masukkan email yang sudah pernah didaftarkan tidak bisa.
  • Nomor Identitas anak pilih nomor NIK dan masukkan nomor NIK di KK.
  • "Berlaku sampai dengan" tambah aja 5 tahun dari tanggal penerbitan KK.
STEP 3
 
  • Jika Anda tidak bekerja, cukup alamat rumah saja.
  • Khusus untuk anak - anak: cukup alamat rumah saja dan nomor telepon bisa menggunakan nomor telepon orang tua.
STEP 4
Masukkan alamat dan nomor telepon orang tua. 
STEP 5
 Masukkan keterangan Ayah dan Ibu, jangan sampai salah satu huruf pun yaa..

STEP 6
Ini jumlah biaya yang harus dibayarkan ke BNI. Cek kembali nama, tanggal lahir dan email pemohon. 
 STEP 7
Masukkan kode captcha lalu klik lanjut. Disini rada lama deh memproses kode captcha nya, bikin ketar ketir, tapi sabar berbuah manis, langsung lanjut ke halaman berikut.

STEP 8
Kemudian akan muncul informasi tanggal yang tersedia (yang  berwarna hijau) tapi belum bisa dipilih ya, kalau bisa catet supaya kita tahu tanggal berapa aja yang tersedia. Kita baru bisa memilih tanggal setelah membayar di bank dan melakukan konfirmasi pembayaran. Jadi ambil cutinya setelah dapet tanggal aja. Klik lanjut.

Setelah itu tinggal tunggu email dari spri@imigrasi.go.id, waktunya bervariasi, waktu itu saya bikin 3 aplikasi sekaligus, yang 2 sudah masuk sekitar ngga sampai 15 menitan, yang 1 lagi lebih lama masuknya.
STEP 9
Email pertama yang masuk adalah email yang berisi BUKTI PENGANTAR KE BANK, tampilannya seperti berikut: 


Download attachment dan print. Setelah itu bawa ke bank BNI. Mungkiiiiiin sekarang bisa melalui ATM, silakan di cek kembali, tapi saya memilih manual datang ke teller soalnya takut salah hehe..
BNI boleh cabang mana aja, waktu itu saya ke BNI dekat rumah aja, enak ngga ngantri sama sekali! tapi ternyata pas kesana data saya belum ada (waktu itu saya isi form pagi lalu jam 12an datang ke BNI), disuruh balik lagi besoknya, ternyata butuh waktu ya prosesnya. Besokannya saya datang lagi, alhamdulillah datanya sudah masuk. Sewaktu saya bayar tanggal 26 februari, admin bank nya naik 5,000 rupiah jadi total per orangnya adalah 360,000. Nanti kita dikasih bukti pembayaran 2 rangkap, prosesnya ngga lama kok. Simpan baik baik ya, jangan sampai hilang atau ketumpahan air hehe.

Oiya, pembayaran ini ada batas waktunya ya, yaitu 5 hari setelah pendaftaran online. Tapi saya belum jelas nih, 5 hari setelah kita masukkan aplikasi atau 5 hari setelah form di cetak. Waktu itu saya sempet lewat dari 5 hari, terus sempat telp ke imigrasi mau menanyakan apakah harus ulang dari awal lagi, atau cukup klik "kirim ulang pra permohonan", tapi sayangnya telepon itu tidak pernah terangkat, hiksssss.. iseng klik kirim ulang pra permohonan, masuk lagi sih formnya, dan tanggal cetak yang ada di sebelah kanan atas itu juga beda dengan waktu pertama kali saya  print. Tapiiiiii jadinya ragu, mengingat kalau kita dianggap sudah lewat batas waktu lalu kita bayar, bisa dianggap batal, dari pada bayar 2 kali, lumayaaaan kaaaan hari giniii, jadi ya udah kita bikin email baru dan isi dari awal lagi.

STEP 10
Setelah bayar, buka lagi email dari spri disana ada link konfirmasi pembayaran yang ada di email.
Dari bukti pembayaran dari bank, yang harus dimasukkan adalah nomor "JURNAL BANK" ada 6 digit angka. Lalu masukkan kode captcha lagi.
Halaman berikutnya, saatnya memilih tanggal kedatangan dari tanggal tanggal yang tersedia. Klik lanjut dan tunggu email berikutnyaaaaa..

STEP 11

Email kedua yang masuk adalah TANDA TERIMA PERMOHONAN dan formulir yang sudah berisi data kita sebanyak 2 lembar.

Print semuanya: tanda terima kedatangan dan formulir yang sudah berisi data kita.

Oiya, waktu saya isi konfirmasi pembayaran ini, punya toye sama ayah langsung masuk emailnya, email saya kok ga nyampe nyampeee, huhuhu.. sempet browsing trus nyoba klik lagi "kirim ulang pra permohonan" ehhhh yang masuk adalah email konfirmasi, yeaaayyy! Nyangkut rupanya. Lalu setelah saya print formulir yang berisi data kita, pas saya cek, ternyata pekerjaan suami berisi "pejabat negara" hihihihi, begitupun sebaliknya di formulir ayah, pekerjaan saya pun "pejabat negara", ah ya sudlah yang penting waktu isi di aplikasi onlinenya ngga salah, paling ini kesalahan sistem aja.

STEP 12 Persiapan sebelum hari H kedatangan.

Untuk dewasa, foto copy masing masing 1:
- KTP dalam selembar A4, jangan dipotong kecil.
- Paspor lama dalam selembar A4, jangan dipotong kecil.
- Buku nikah / akta kelahiran / Ijazah, bisa pilih salah satu.
- Kartu Keluarga
- Surat pernyataan (ada blankonya, dikasih pada saat mengambil map antrian di kanim)
- Materai

Untuk anak - anak, foto copy masing masing 1:
- KTP kedua orang tua dalam selembar A4, jangan dipotong kecil.
- Paspor orang tua dalam selembar A4, jangan dipotong kecil.
- Akta Kelahiran.
- Kartu Keluarga.
- Materai
- Surat ijin orang tua (ada blankonya, dikasih pada saat mengambil map antrian di kanim)      

Sehari sebelum berangkat jangan lupa siapkan:
- Membawa semua dokumen asli 
- Pulpen supaya ngga repot minjem
- Pakai baju sopan dan jangan berwarna putih.
- Bawa bukti pembayaran dari bank, Tanda Terima Kedatangan serta formulir yang sudah berisi data-data kita.
- Cemilan buat ganjel terutama buat yang akan bawa anak anak hihihi

Hari H di Kanim Jakarta Timur:
- Ambil map nomor antrian
- Isi formulir, tempel materai
- Serahkan ke petugas
- Pengecekan dokumen
- Wawancara
- Foto, sidik jari   

Jeng jeeeeng tiba lah hari yang ditunggu tunggu. Sudah siap-siap sebisa mungkin datang jam 7 oagi. Ketika Anda datang di kanim, jalan menuju jalan sebelah kiri gedung, jadi bukan masuk di pintu utama depan ya. Setelah melewati parkiran, gedung ada di sebelah kanan Anda, maka nanti di depan Anda akan ada banyak tempat duduk, disana untuk antrian manual. Untuk aplikasi online, Anda ke kanan ke arah gedung yang ada pagar hitamnya dengan gerbang kecil yang terbuka.

Antrian Aplikasi Manual. Ini kondisi jam 9 pagi.

Meskipun kanim belum buka tapi yang antri sudah lumayan banyak terutama yang daftar manual, mereka antri untuk mendapatkan nomor antrian berupa map yang berisi formulir. Jangan lupa info ke petugas jika Anda membawa anak atau lansia yang ikut membuat passport supaya bisa dapat nomor prioritasKalau waktu kemarin, suami yang turun duluan, sementara saya masih dandan di mobil hehe.. ternyata dapet nomor 2, 3 dan 4, waaaaah alhamdulillah bangettt. Setelah saya turun dalam waktu sekejap, kanim langsung ramai sama orang orang yang daftar online juga. Jadi ketika baru datang, suami cerita kalau ambil nomor antrian online itu ngga jelas, dilempar sana sini, sampai akhirnya ketemu petugas yang baru mau buka antrian untuk aplikasi online.

Lokasi Antrian Aplikasi Online
 
Jadi nanti kita dikasih map kosong yang luarnya sudah ada nomor antrian di depannya dan blanko surat pernyataan (khusus dewasa) atau blanko surat ijin orang tua (khusus anak), ngga beli kok, dikasih sama petugasnya, kita tinggal bilang kalau ini aplikasi untuk anak anak. Diisi, tempel materai dan tanda tangan, satukan dengan dokumen foto kopian di dalam map. Kalau lupa bawa materai bisa beli di kantin atau tukang koran yang suka keliling di dalam. Jadi, yang di masukkan ke dalam map hanya dokumen fotokopian saja dan passport lama asli. Dokumen asli dipegang sendiri dulu.
 
Penampakan Surat Pernyataan Orang Tua

Map dengan nomor antrian

Duduk manis aja di depan kantornya karena mereka baru buka jam 8. Daaaaann ketika dibuka ngga usah sikut sikutan masuk, apalagi kalo bawa anak kecil, tenang aja, nanti akan dipanggil berdasarkan nomor antrian map kok, alhamdulillah fair banget. Soalnya kemarin, meski saya sudah bertanya berkali kali ke petugas bahwa dipanggil berdasarkan nomor urut map, melihat orang yang buru buru gitu, jadi panik ikut ikutan deh soalnya jujur saya sedikit meragukan semua berjalan sesuai prosedur, jadi harap maklum deh hihihihi..

Agak mati gaya juga sih nunggunya. Salahnya gue ngga bawa cemilan buat si anak kicil.

Setelah pintu kanim dibuka jam 8 pagi, orang orang berhamburan masuk dan memberikan map tadi. Lalu duduk dan tunggu dipanggil. Pengen pipis aja sampai ditahan takut kelewat secara nomor urut 2, padahal toilet deket banget. Setelah ditunggu, yang pertama dipanggil sekeluarga bertiga, udah mulai mikir kok udah 3 aplikasi aja yang dipanggil? Lalu ada 1 orang dipanggil. Untuk memastikan, suami tanya kembali ke petugas, ternyata yang sekeluarga tadi menggunakan nomor prioritas karena dia bawa anak kecil. Tidak lama, barulah saya dipanggil bersama rombongan sirkus saya hehe..

Tumpukan aplikasi
Di loket pertama adalah pengecekan dokumen, lengkap atau tidak. Setelah lengkap, kita disuruh tunggu di tempat duduk. Tidak lama kemudian kita dipanggil lagi untuk wawancara, disini kita menunjukkan semua dokumen asli



Setelah selesai wawancara kita ke loket lain lagi untuk mengambil nomor antrian untuk foto dan sidik jari. Disini kita difoto dulu, namanya antrian berbasis wajah, mungkin tujuannya agar ketahuan siapa yang antri, siapa yang foto yaaa.. Setelah itu kita naik ke lantai dua untuk foto dan sidik jari, disana saya hanya nunggu 1 orang saja, baru juga duduk, eh foto saya sudah terpampang di layar nomor antrian. 



Lalu kita ke loket tersebut, petugas hanya cek dan scan dokumen lalu kita masuk ke booth foto yang latarnya berwarna putih, pantesan tidak boleh pakai baju putih ya. Setelah itu giliran ayah dan toye.




SELESAI DEEEEHHH.. dari masuk ke kantor kanim jam 8 lewat sedikit, sampai selesai foto dan sidik jari bertiga sebelum jam 9 sudah selesai. Cepet yaaaa.. Kata mba petugasnya, hari Jumat (saya foto hari selasa) atau 3 hari setelah foto, sudah bisa diambil passportnya. Lalu apabila yang mengambil masih dalam 1 KK, tidak perlu membawa surat kuasa. Alhamdulillah..

Intinya, selama dokumen lengkap, foto kopi lengkap, keterangan nama, tanggal dll tidak ada yang berbeda di semua dokumennya, semua lancarrrrr.. 

Pengambilan Paspor

Waktu kemarin setelah wawancara, saya sempet cek cek lokasi dimana lokasi pengambilan paspor supaya ngga buta banget. Nah pas saya mau pulang saya melewati ruangan "pengambilan paspor" tapiiiiiiii tetap harus ambil nomor antrian dulu. Caranya, di meja pengambilan nomor antrian, ada tusukan yang buat nusuk bon bon itu lho hehe apa ya namanya, jadi nanti sama petugasnya diurut dari yang paling bawah. Lumayan efektif juga sih, terutama buat yang datang pagi banget, belum ada petugas, otomatis tidak ada yang mengawasi tumpukan tadi, bisa aja ada yang curang selipin dibawah.


Meja tempat pengambilan nomor antrian
Meski jam pengambilan paspor mulai jam 10, tetep aja saya datang jam 7 lewat sedikit dengan membawa bawa form yang ada barcodenya dan bukti pembayaran bank, pas saya datang ternyata sudah ada yang "nusuk" duluan sekitar 7 atau 8 aplikasi, ckckck datang jam berapa ya mereka

Lokasi dimana penusukan terjadi

Berhubung belum tau seperti apa proses pengambilan nomor antriannya, bela bela in nih ngga bergerak dari tempat duduk dari jam 7 pagi, baca koran juga ga membantu teteppp bosen dan parahnya lagi, di dalam gedung tidak ada sinyal saudara saudaraa, jadi kebayang kan mati gayanya gimana.. Dan benar aja, ternyata jam 8 petugasnya datang, buka tumpukan di tusukan itu, lalu dia seperti mengecek setiap aplikasi di komputer dan menempelkan nomor antrian di tiap aplikasi. Herannya, kok banyak orang yang ngerubungin petugasnya, entah maksudnya supaya apa, apa supaya dapet nomor antri duluan hihihihihi.. 

Jam 8:30 si bapak petugas mulai memanggil nama - nama yang ada di aplikasi. Sempat sebal juga sih, kok si bapak sebelah saya dipanggil duluan padahal dia datang belakangan. Ternyata oh ternyata, ketika saya dipanggil saya dapat nomor antrian 4, 5 dan 6 dan si bapak itu nomor 23, yeaaayyyy.. udah negative thinking aja. Setelah dapat nomor antrian langsung masuk ke ruang pengambilan paspor, karena penuh dan takutnya dipanggil atau apa, bela belain deh nahan laper nunggu sampai jam 10 di dalam padahal udah ga tahan pengen ke kantin.



Nah pas nunggu di dalam pengambilan paspor, banyak orang kasak kusuk katanya kok saya belum dapat nomor antrian ya dan disuruh lapor ke petugas di dalam. Jadiiiiiiii, konon katanya yang belum dapat nomor antrian itu berarti paspornya belum jadi, kok bisa belum jadi? Hasil ngobrol ngobrol, jadi mereka adalah yang daftar manual, nah daftar manual itu kan bayar di hari itu juga (harusnya), tapi kenyataannya ketika mereka ke bank data mereka belum ada di sistem, balik lagi 2 jam kemudian, belum ada juga, akhirnya baru besoknya mereka bayar di bank. Jadi kalo bisa saya simpulkan, untuk yang manual itu tanggal jadi passportnya adalah H+3 dari tanggal pembayaran bank, bukan dari tanggal wawancara. Ternyata kenapa saya dapat antrian 4,5,6 karena ibu ibu sebelum saya passportnya belum jadi huhuhuhu kasian si ibu...

Pas jam 10, petugas mulai bersiap, eeh belum apa apa sudah mengeluarkan pengumuman aja, bahwa nomor antrian 3,4,5 passportnya masih dicari, mungkin belum turun tapi akan tetap dicari, hiks hiks males banget membayangkan nunggunya. Tapi setelah nomor saya giliran dipanggil, ternyata ada tuh, mungkin kebetulan pas sudah ketemu yaa, alhamdulillaaaahh.. yaun Tanda tangan sebagai tanda terima, trus diterima deh passportnya, yeaaayyy!